Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sekadau Kembali Sambangi SMA Karya, Ajak Siswa Kelas XI Melek Pengawasan Partisipatif

SMA Karya

BAWASLU KABUPATEN SEKADAU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau kembali melanjutkan konsistensinya dalam mengedukasi pemilih pemula melalui program "Bawaslu Goes to School". Kali ini, Bawaslu Sekadau kembali ke SMA Karya Sekadau sebagai destinasi utama sosialisasi yang menyasar siswa-siswi kelas XI sebagai garda terdepan pengawas partisipatif muda.

Menanamkan Kesadaran Sejak Dini

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut mengusung tema sentral "Urgensi Pengawasan Partisipatif". Mengingat siswa kelas XI merupakan calon pemilih pemula yang sebagian besar akan menggunakan hak pilih pertamanya pada kontestasi politik mendatang, Bawaslu memandang perlu adanya bekal pemahaman yang kuat mengenai integritas pemilu.

Dalam paparannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau, Muhammad Sandi, menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar.

"Keterlibatan aktif adik-adik di SMA Karya bukan hanya soal datang ke TPS, tapi juga berani melaporkan jika melihat adanya dugaan pelanggaran. Inilah inti dari pengawasan partisipatif," ujar Muhammad Sandi di hadapan puluhan siswa yang antusias.

Poin Penting Sosialisasi

Ada beberapa alasan mengapa pengawasan partisipatif dari kalangan pelajar dianggap mendesak (urgen):

  • Filter Informasi: Mengingat tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja, siswa diharapkan mampu menyaring berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian.
  • Pencegahan Politik Uang: Edukasi mengenai bahaya politik uang ditanamkan agar siswa menjadi pemilih yang cerdas dan tidak mudah tergiur imbalan sesaat.
  • Perpanjangan Tangan Bawaslu: Dengan jumlah personel Bawaslu yang terbatas, mata dan telinga para siswa di lingkungan tempat tinggal masing-masing sangat membantu dalam menjaga keadilan pemilu.

Respon Positif Sekolah

Pihak SMA Karya menyambut baik inisiatif ini. Program ini dinilai selaras dengan kurikulum pendidikan kewarganegaraan yang mengajarkan nilai-nilai demokrasi secara praktis. Para siswa terlihat aktif dalam sesi tanya jawab, mendiskusikan berbagai simulasi pelanggaran yang mungkin terjadi di lapangan.

SMAKarya

Dengan adanya program ini, diharapkan angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Sekadau tidak hanya meningkat secara kuantitas (jumlah suara), tetapi juga secara kualitas melalui proses pengawasan yang ketat dari tingkat akar rumput.

Tim Humas Bawaslu Sekadau