Bawaslu Sekadau Sosialisasi Tugas dan Pengawasan Partisipatif di SMKN 1 Nanga Taman
|
BAWASLU KABUPATEN SEKADAU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau menggelar kegiatan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Bawaslu serta Pengawasan Partisipatif bagi pemilih pemula di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Nanga Taman pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sebagai pemilih pemula mengenai pentingnya pengawasan Pemilu dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses demokrasi.
Tujuan dan Peserta
Anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau Muhammad Sandi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa siswa-siswi SMKN 1 Nanga Taman merupakan bagian penting dari generasi pemilih masa depan yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah bangsa.
"Kami hadir di sini untuk mengenalkan lebih dekat apa itu Bawaslu, apa saja tugas dan fungsi kami, serta bagaimana peran kalian sebagai pemilih pemula sangat dibutuhkan dalam melakukan pengawasan partisipatif," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi kelas XI dan XII, yang sebentar lagi akan memiliki hak suara pada Pemilu mendatang.
Materi Sosialisasi
Materi yang disampaikan oleh Komisioner Bawaslu Sekadau meliputi beberapa poin kunci:
- Tugas dan Fungsi Bawaslu: Penjelasan mengenai peran Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan Pemilu, mulai dari pendaftaran pemilih, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
- Larangan dalam Pemilu: Penekanan pada bentuk-bentuk pelanggaran Pemilu, seperti politik uang (money politics) dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta sanksi hukum yang mengikutinya.
- Pengawasan Partisipatif: Sosialisasi ini mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi objek Pemilu, tetapi juga subjek aktif dalam pengawasan. Siswa didorong untuk berani melaporkan jika menemukan adanya indikasi pelanggaran Pemilu di lingkungan mereka.
Pentingnya Peran Pemilih Pemula
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sekadau menambahkan bahwa pemilih pemula sering menjadi sasaran informasi yang tidak benar (hoaks) dan praktik politik yang kurang sehat. Oleh karena itu, edukasi politik dan pengawasan sangat krusial.
"Kalian harus menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Jangan mudah terpengaruh dan pastikan kalian menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan atau imbalan," tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para siswa antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis pengawasan dan prosedur pelaporan pelanggaran, menunjukkan tingginya minat mereka terhadap proses demokrasi.
Tim Humas Bawaslu Sekadau